Sunday, October 14, 2018

Sejarah Perkembangan Olahraga Dunia



  

Sejarah dapat mengajarkan setiap orang untuk memahami masa lalu dan menghubungkannya dengan masa kini dan masa depan. Melalui pemahaman tentang masa lalu, seseorang bisa memahami konteks kekinian yang meramalkan peristiwa yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. Hidup seseorang akan lebih siap dan sempurna, jika orang tersebut memahami peristiwa masa lalu, sebab dari peristiwa tersebut seseorang dapat mempelajari banyak hal yang akan membentuk kehidupannya pada masa kini dan masa yang akan datang. Dengan kata lain, sejarah memiliki peran penting dalam membantu memecahkan masalah-masalah urgen yang sedang dan akan dihadapi. Demikian pula dengan pemahaman terhadap sejarah olahraga dalam kaitannya dengan olahraga sebagai sebuah fenomena global yang terkait dengan semua aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, agama, sosial, pendidikan, dan kebudayaan memainkan peranan penting dalam memecahkan masalah-masalah hidup dan kehidupan.
Perkembangan olahraga di Indonesia dalam persfektif sejarah akan memberikan pelajaran penting bagaimana sejerah perkembangan olahraga Indonesia, sejak zaman raja-raja sebelum penjajahan sampai sekarang akan dapat memberikan pemahaman tentang ragam fenomena keolahragaan dalam konteks kekinian dan perkembangan olahraga untuk konteks masa depan.
Perkembangan olahraga dan pendidikan jasmani di Indonesia dapat dikatakan sudah berkembang sebagaimana mestinya. Perkembangan jaman yang semakain maju menuntut bangsa Indonesia untuk melakukan suatu perubahan termasuk perubahan pada dunia olahraga dan pendidikan jasmani. Perubahan yang dimaksud disini adalah perubahan yang ditujukan untuk menyempurnakan apa yang sudah ada sebelumnya sesuai dengan kondisi pada masa tersebut. Perubahan yang disini juga menyangkut perbuhan pada badan yang mengurusi perihal olahraga dan pendidikan jasmani.
Bangsa Indonesia telah banyak melakukan suatu perubahan di bidang olahraga dan pendidikan jasmaninya. Hal ini dapat kita lihat pada sejarah olahraga dan pendidikan jasmani mulai dari ketika Indonesia merdeka sampai saat sekarang ini. Mulai dari sistem, pemerintahan, dan badan-badan yang menangani bidang olahraga dan pendidikan jasmani. Perubahan tersebut sudah tidak mengacu lagi pada hal yang dilakukan oleh penjajah bangsa Indonesia, tetapi telah merupakan perubahan yang berasal dari pemikiran rakyat Indonesia sendiri.
Dengan perubahan yang dilakukan bangsa Indonesia pada olahraga dan pendidikan jasmani inilah yang akhirnya menjadikan Indonesia dapat mengikuti perhelatan olahraga internasional seperti Olimpiade dan Asian Games. Disamping itu, Indonesia juga telah mulai intensif dalam mengembangkan kemampuan para atlitnya. Indonesia pun akhirnya oleh negara lain dipandang sebagai negara yang olaharaganya meningkat dengan pesat dan implikasinya, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games IV. Selain dapat menggelar event internasional, Indonesia juga telah mulai merintis event olahraga tingkat nasional seperti PON (Pekan Olahraga Nasional yang mana ditujukan untuk mencari para atlit berprestasi yang akan diikutsertakan pada event internasional.
1.      Zaman Purba
Pengetahuan tentang bangsa primitif yang hidup di zaman jauh sebelum zaman kita sekarang ini, belum lengkap dan usianya juga belum tua. Baru sejak ilmu antropologi budaya membuka tabir rahasia kehidupan mereka melalui interpretasi hasil galian peninggalan – peninggalan kuno, orang mulai mampu membayangkan peri kehidupan bangsa primitif di masa lalu. Juga diadakan penelitian mengenai bangsa primitif yang saat ini masih ada.
Dari peninggalan – peninggalan itu jelaslah bahwa manusia telah mencapai kemajuan melalui beberapa tahap perkembangan. Tahap pertama adalah zaman Eolitik di mana manusia belum berpakaian dan kehidupan mirip binatang dalam mencari makan dan tidak di bawah atap. Ia baru menggunakan tongkat dan batu untuk melindungi diri. Tahap kedua adalah zaman Paleotilik dimana keadaan manusia sudah lebih maju, sudah berlindung dalam gua – gua, memakai pakaian sesederhana terbuat dari kulit, sudah menemukan api dan membuat senjata tajam. Mereka juga sudah bisa menggambar pada dinding – dinding gua. Tahap ketiga adalah zaman Neolitik dimana manusia sudah mampu membuat gerabah, panah dan busur, pakaian tenunan serta mampu menjinakkan binatang untuk dijadikan hambanya.
Tentu saja pendidikan ikut maju sesuai dengan kemajuan yamg dicapai oleh manusia, karena pendidikan adalah usaha yang sadar dan bertujuan menyiapkan anak ke kehidupan orang dewasa. Tujuannya tentu saja sesuai dengan keperluan – keperluan yang dianggap penting dalam kehidupan manusia primitif itu sendiri. Oleh karena pada zaman primitif orang masih berjuang melawan alam yang buas, dan kepercayaan/ agama menguasai segi kehidupan, maka pendidikan sangat dipengaruhi oleh kedua kondisi tersebut.
Alam yang buas menuntut dari manusia primitif suatu kemampuan mempertahankan kelangsungan hidup ( Survival ). Agar mampu berbuat demikian manusia primitif harus bersatu dalam kelompok, sehingga pendidikan menentukan ciri kelompok. Disamping itu juga keselamatan bersama menjadi tujuan utama pendidikan. Kesadaran berkelompok dan solidaritas kelompok sangat ditekankan.
Banyak hal disuruh menirukan oleh anak karena mereka belum mengerti sebab-musabab suatu kejadian atau peristiwa. Suatu hal yang dimasa lalu telah mampu mnyelamatkan kelompok perlu diajarkan kepada anak. Apalagi mengenai gejala-gejala dalam alam, misalnya : putaran bumi, angin ribut, halilintar, mati, paceklik, dan sebagainya belum mereka pahami, maka tidak mengherankan bahwa kepercayaan terhadap roh-roh halus dan hal-hal spiritual menguasai kehidupan mereka.
Kalau hal-hal tersebut di atas telah dipahami, maka dapat dimengerti pula bahwa latihan fisik diarahkan ke tercapainya efisiensi dalam mempertahankan survival kelompok, pencarian makanan sehari-hari, penaklukan alam sekitar. Badan perlu kuat, tahan uji, ulet, lincah untuk mengatasi alam dan lawan, berburu dan dalam penggunaan senjata serta alat penting lainnya. Kesetia-kawanan dalam kelompok serta kerjasama antara anggota kelompok dikembangkan melalui latihan bersama, tari-tarian dan permainan.
Pemujaan nenek moyang juga merupakan sebagian usaha penyelamatan hidup. Nenek moyang dihormati dan diberi sajian agar tidak marah. Dalam hal ini tari-tarian merupakan bagian penting dari upacara-upacara dan secara tidak sadar gerak-gerak tarian itu merupakan pula latihan fisik yang baik bagi pertumbuhan anak. Anak laki-laki ikut ayahnya berburu dan menangkap ikan. Dan juga belajar membuat serta menggunakan senjata agar pada waktunya sudah siap menggantikan ayahnya, atau ikut mempertahankan kelompok dari serangan musuh atau binatang.
Meniru merupakan perbuatan yang mendasari pendidikan bangsa primitif ini. Diusahakan dapat menyamai prestasi orang dewasa. Tahab akhir prndidikan ditandai dengan upacara-upacara ( Rites de passage ), dan anak diakui termasuk kelompok orang dewasa. Persiapan dari anak menjadi dewasa makan waktu lama. Suatu ujian misalnya : hanya boleh makan daging binatang yang sulit diburu, kalau mampu berburu baru mungkin mengisi perut, sungguh ujian yang berat. Pendidikan dan latihan fisik pada bangsa primitif tidak terpisah dari pendidikan agama/ kepercayaan, pendidikan estetis, moral dan ketrampilan praktis.
2.      Prasejarah (prehistoric)
Banyak penemuan modern di Francis, Afrika dan Australia pada lukisan gua (lihat seperti Lascaux) dari jaman prasejarah yang memberikan bukti kebiasaan upacara ritual. Beberapa dari bukti ini berasal dari 30.000 tahun yang lampau, berdasarkan perhitungan penanggalan karbon. Lukisan/Gambar-gambar jaman batu ditemukan di padam pasir Libya menampilkan beberapa aktivitas, renang dan memanah. Seni lukis itu sendiri adalah merupakan bukti pada ketertarikan pada keahlian yang tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk bertahan hidup, dan adalah bukti bahwa ada waktu luang untuk dinikmati. Ini juga membuktikan aktivitas non-fungsi lain seperti ritual dan sebagainya. Jadi, meskipun sedikit bukti yang secara langsung mengenai olahraga dari sumber-sumber ini, cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa ada beberapa aktivitas pada waktu itu yang berkenaan dengan olahraga. Kapten Cook, saat ia pertama kali datang ke Kepulauan Hawaii, pada tahun 1778, melaporkan bahwa penduduk asli berselancar. Masyarakat Indian Amerika asli bergabung dalam permainan-permainan dan olahraga sebelum kedatangan orang-orang Eropa, seperti lacrosse, beberapa jenis permainan bola, lari, dan aktivitas atletik lainnya. Suku Maya dan Aztec yang berbudaya memainkan permainan bola dengan serius. Lapangan yang digunakan dahulu masih digunakan sampai sekarang. Cukup beralasan untuk menyimpulkan dari sini dan sumber-sumber bersejarah lainnya bahwa olahraga memiliki akar yang bersumber dari kemanusiaan itu sendiri.
3.      Cina Kuno
Menurut sejarah Cina Kuno Terdapat artefak dan bangunan-bangunan yang menunjukkan bahwa orang Cina berhubungan dengan kegiatan yang kita definisikan sebagai olahraga di awal tahun 4000 SM. Awal dan perkembangan dari kegiatan olahraga di Cina sepertinya berhubungan dekat dengan produksi, kerja, perang, dan hiburan pada waktu itu. Senam sepertinya merupakan olahraga yang populer di Cina zaman dulu. Tentunya sekarang juga, seperti keahlian orang Cina dalam akrobat yang terkenal secara internasional. Cina memiliki Museum Beijing yang didedikasikan untuk subjek-subjek tentang olahraga di Cina dan sejarahnya.
Seperti di mesir kuno jauh sebelum tarich masehi yaitu 2500 tahun S.M. Cina kuno sudah mengenal peradaban. Kelompok yang berkuasa selalu berusaha untuk mempertahankan peradaban yang telah tercapai. Anak di didik sesuai dengan cita-cita itu dan penyimpangan tidak dibiarkan. Sehingga selama berabad-abad kehidupan masyarakat tetap seperti sediakala. Ini diperkuat oleh sistim keluarga serta pemujaan terhadap nenenk moyang. Suatu keluarga yang terdiri dari : kakek, nenenk, ayah- ibu, anak dan cucu-cucu merupakan kelompok yang kompak dan di tangan satu pimpinan yang kuat. Semua keluarga harus tunduk kepada satu pimpinan.
Dalam situasi semacam itu memang tercapai suatu stabilitas keluarga dan masyarakat, tetapi hanya terdapat kesempatan kecil sekali untuk kemajuan dan perubahan. Pendidikan di arahkan kepada peniruan peradaban nenek moyang dengan segala tata upacaranya dan kaidah-kaidah serta sopan santun yang sudah berabad-abad usianya.
Tahun 1122 – 249 S.M. merupakan zaman keemasan karena adanya pendidikan yang praktis dan harmonis, seimbang, baik pengembangan fisik maupun intelektual anak. Dari kaum cendekiawan muncullah putra-putra yang cakap dan terpilih untuk memerintahkan negara besar itu.
Pada mulanya kegiatan fisik memegang peranan penting karena dikaitkan dengan upacara-upacara keagamaan dan tarian-tarian. Pada waktu menyebarnya aliran Taoisme, Budhisme dan Confusianisme perhatian terhadap latihan fisik menurun. Pada lain waktu latihan fisik digunakan dalam pendidikan kaum militer.
Pada zama dinasti Chou ( 1115 S.M. ) ada sekolah yang disebut “ College of the East “ yang mengajarkan ritual( upacara ), tari, dan panahan. Pada musim semi dan panas murid-murid belajar panahan, musik dan tari-tarian. Setengah tahun berikutnya adalah untuk membaca, menulis, dan upacara. Pemuda yang masuk di sekolah itu adalah hasil pilihan yang seksama berdasar moral dan kemampuan.
Pada umumnya para pendidikan menduduki tempat yang terhormat dalam masyarakat. Mula-mula anak di didik di kalangan keluarga sendiri, dan menerima pelajaran berhitung dan arah-arah mata angin, juga ditanamkan penghormatan kepada kepala keluarga. Kemudian anak mengenak hari dan tanggal, serta belajar membaca, setelah itu ia belajar musik dan nyanyi-nyanyian turun-temurun dan tari-tarian. Tari sangat penting kedudukannya.
Pada usia 15 tahun pemuda-pemuda belajar panahan dan mengendarai kereta perang, dan setelah berusia 20 tahun ia menerima kupiah senagai tanda syah masuk masyarakat orang dewasa. Hal ini tidak berarti pendidikannya berakhir, sebab sampai usia 30 tahun ia perlu menyempurnakan diri dalam hal nyanyi dan tari, tata upacara dan adat istiadat.
Upacara dan panahan merupakan hal penting, karena diselenggarakan oleh orang-orang terkemuka. Lebih penting mengetahui dan mematuhi peraturan-peraturan pelaksanaan daripada tepatnya sasaran terkena anak panah. Semua berlangsung dengan irama musik, pemenang menerima piala, tetapi mereka wajib memberikan segelas anggur kepada yang kalah “ agar kekuatannya bertambah “ . Bahwa panahan itu dianggap penting dibuktikan dengan adanya upacara 3 hari setelah bayi lahir, dimana ayah melepaskan anak panah ke langit, bumi dan ke empat mata angin dengan doa semoga dewa-dewa menyayangi bayi itu.

4.      Mesir Kuno
Sudah ada kebudayaan pada tahun 5000 S.M. dan pada tahun 1500 S.M. mencapai puncak kebesarannya. Kebudayaan Mesir kuno telah berpengaruh kepada negara-negara di sekitarnya, baik di Afrika, Asia maupun Eropa, dalam hal ilmu pengetahuan, bangunan alat rumah tangga, dan sebagainya. Cara bertani dan mengairi sawah juga mencapai taraf tinggi. Orang Mesir kuno juga sudah menguasai pengawetan mayat, menenun, membuat gelas dan mengolah emas, menulis dan membuat kertas, huruf, dan sebagainya. Kesenian juga bermutu tinggi berupa sajak, sastra, tari, melukis dan memahat.
Masyarakat terbagi dalam tiga lapis, yaitu :
1.      Raja dan keluarga bangsawan, pegawai dan ahli agama.
2.      Prajurit, pedagang dan seniman.
3.      Petani-petani yang bekerja berat dan harus membayar pajak.
Pendidikan sudah teratur dan karena sudah ada abjad dan tulis menulis dan  membaca, maka menguasai membaca dan menulis adalah langkah pertama dalam pendidikan dan selanjutnya karena taraf kemajuan sudah tinggi dan pembagian kerja sudah ada, masing-masing jabatan dalam pemerintahan dan masyarakat menentukan persyaratan untuk dipenuhi calon-calon yang berniat menduduki jabatan itu. Pengajaran dilaksanakan oleh kaum agama dan berpusat di candi-candi, berupa membaca, menulis dan berhitung. Keahlian menulis/ memahat huruf, dapat meningkatkan martabat seseorang.
Hasil kesenian, khususnya seni lukis dan pahat dapat dilihat bukti-buktinya pada dinding-dinding ruangan kuburan berupa gambaran tentang kehidupan orang yang telah mati itu sewktu hidupnya. Demikian itu menghubungkan alam fana dan alam baka, dan merupakan peringatan dari pekerjaan atau kesibukan sehari-hari, kesenangan-kesenangan dan peristiwa-peristiwa penting yang telah dialami.
Tujuan pendidikan dan latihan fisik sulit dikatakan karena di sekolah tidak ada. Kalau di suatu pendidikan itu ada, maka telah disesuaikan dengan keperluan tersebut. Tidak ada usaha-usaha khusus untuk mempromosikan olahraga karena kehidupan masih sederhana. Namun olahraga renang sudah dikenal, iini tidak mengherankan karena negara di belah dua oleh sungai Nil. Dari gambar-gambar terlihat bagaimana kira-kira renang itu dilaksanakan. Kolam renang juga sudah ada di daerah yang dikuasai oleh bangsawan, putri – putri juga ikut renang.
Olahraga naik Sampan juga digemari, dengan tongkat panjang orang yang naik Sampan itu mencoba mendorong lawannya sampai jatuh ke dalam air. Gulat, hoki, anggar dengan tongkat, panahan, main bola terlihat pada lukisan-lukisan dinding di berbagai tempat. Sedang berburu Kuda Nil merupakan olahraga kaum bangsawan.
Kereta perang yang ditarik oleh dua ekor kuda dan dikendarai olehseorang atau dua orang sudah digemari dan digunakan untuk berpacu.
Musik dan tari-tarian merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari orang Mesir kuno. Bahkan petani-petani bekerja dengan irama seruling, dan petani anggur memeras anggurnya sambil menari dan mendapat tepuk tangan kawan-kawan sebagai irama.
5.      Yunani Kuno
Yunani kuno terdiri dari berbagai negara-negara kecil yang kurang berhubungan satu dengan yang lain karena banyaknya pegunungan-pegunungan kecuali melalui laut. Lama kelamaan terjadi persatuan-persatuan baru yang menamakan diri negara. Diantara banyak negara-negara kecil itu sejarah selalu mengambil dua negara utnuk dibicarakan karena perbedaan-perbedaan yang yang menyolok antara kedua negara itu. Ke dua negara itu yaitu : Sparta dan Athena.
Masyarakat terbagi atas tiga kelompok, yaitu :
1.      Kaum hamba ( 75 % ).
2.      Orang asing ( 5 % ), dan
3.      Warga negara ( 20 % ).
Kerja kasar terutama dilakukan oleh kaum hamba yang telah dirampas kemerdekaannya dalam perang-perang dan orang yang merosot kedudukan sosial-ekonominya. Warga negara adalah mereka yang lahir dari ayah dan ibu warganegara dan mendapat pendidikan khusus.
Hanya warganegara menduduki jabatan pemerintahan, memiliki tanah, dan mendapatkan pendidikan. Sebenarnya semua uraian hanyalah mengenai 20 % warganegara. Walaupun dibebaskan dari pekerjaan kasar pada warganegara diberi tanggung-jawab dan harus mengabdi kepada negara, baik dimasa damai maupun perang.
Keadaan Yunani kuna sebelum 776 S.M. dapat dimegerti dari buku-buku Illiad “ dan “ Odyseey “ tulisan Homer, dan dianggap cocok untuk keadaan sekitar tahun 1000 S.M.. Pada waktu itu agama menonjol sekali dan berpengaruh besar kepada pendidikan, sastera, pantun, seni pahat, musik, arsitektur dan sebagainya.
Ada 12 dewa Olympic yang berkuasa, yaitu :
1.      Dewa Zeus adalah dewa utama
2.      Dewa Poseidon adalah dewa laut
3.      Dewa Apollo adalah dewa cahaya dan kebenaran, serta pelindung permainan/ gymnastic.
4.      Dewa Ares adalah dewa perang
5.      Dewa Athena adalah dewa pelindung kota Athena.
6.      Dewa Hephaetus adalah dewa api
7.      Dewa Dionysus adalah dewa alam
8.      Dewi Aphorodite adalah dewi cinta
9.      Dewa Deneter adalah dewa panen
10.  Dewi Hestia adalah dewi rumah tangga
11.  Dewa Hermes adalah dewa dagang, dan
12.  Dewi Artemis adalah dewi pengejar.
Disamping ke 12 dewa Olympic itu ada banyak makhluk setengah dewa, berbentuk manusia tetapi kekal dan abadi, melebihi manusia kemampuannya dan tidak tergantung waktu, tempat atau kekuatan yang membatasi manusia. Makhluk-makhluk ini punya kelemahan dan kebaikan, keanggunan dankeinginan, kesenangan dan kebencian seperti manusia.
Pendidikan ditujukan kepada pemilikan kwalitas dinamis dan bijaksana, pikiran dan fisik sama-sama dikembangkan untuk mampu berbakti dalam masyarakat maupun peperangan. Manusia yang dinamis memerlukan kesegaran jasmani, kekuatan, ketahanan, kelincahan dan keberanian, dan bukan badan besar kekar yang melebihi bangsa-bangsa lain.
Olahraga yang telah dilakukan antara lain : lomba kereta beroda dua ( Chariot ), tinju, gulat, lari cepat, lempar lembing dan tari-tarian.
4.      Athena
Athena terletak di timur yunani, merupakan polis yang paling menarik, paling bebas dan paling makmur diantara polis-polis yang lain. Athena mencapai puncaknya saat pemerintahan PERICLES (461-429 SM). Pendidikan di Athena bersifat liberal, individual dan demokratis yang menuju pada EPHEBE Athena, yaitu warga uang harmonis, sehat dan kuat, cerdas otaknya, serta luhur budi pekertinya.
Semua masyarakat Athena mendapatkan pendidikan sesuai dengan kedudukanya di masyarakat. Orang kaya dan bangsawan harus belajar ilmu  pengetahuan dan kebudayaan, sedangkan orang miskin diajarkan bertani dan kerajinan tangan, demikian juga anak-anak diajari membaca, menulis dan berenang. Saat berumur 7 tahun anak-anak mendapatkan pendidikan seperti : Membaca, berhitung, dan menghafal sajak-sajak, serta belajar menyanyi. Umur antara 14-18 tahun baru di beri latihan jasmani yaitu berupa senam. setelah umur 20 tahun mereka baru diakui sebagai warga Negara penuh yang berhak dan berkewajiban seperti orang dewasa. Latihan – latihan jasmani untuk anak-anak orang yang kaya dilakukan di GYMNASIUM, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pada otot-otot tubuh dapat berkembang dengan sebaik baiknya tanpa halangan.
Berbeda dengan Sparta pendidikan di Athena sangat liberal, bersifat individual dan demokratis. Solon ( 640 – 558 S.M ) menyatakan bahwa semua orang harus mendapatkan pendidikan. Anak harus belajar membaca dan berenang. Orang miskin diajar bertani dan kerajinan tangan. Orang kaya belajar kesenian dan ilmu pengetahuan, serta kebudayaan pada umumnya. Di samping itu juga berlatih di gymnasium, berburu dan memperdalam falsafah.
Anak warganegara yang mampu dididik di gymnasium, untuk dipersiapkan menduduki nabatan yang terhormat. Latihan fisik/ olahraga diberikan di Palaestra yang swasta . Kewajiban negara hanya mengawasi pembukaan dan penutupan gymnasium dan palaestra.
Sampai usia 7 tahun anak bermain di dalam dan sekitar rumah dibawah pengawasan ibu dan diasuh oleh budak-budak yang pandai berceritera tentang kejadian masa dulu serta mrtologi Yunani.
Setelah usia 7 tahun anak diasuh oleh Gramalist yang mengajar membaca, menulis, berhitung serta menghafal sajak Homer. Anak itu juga dididik oleh Citharist dalam musik dan bernyanyi. Pelajaran diberikan dalam rumah atau di bawah pohon yang rindang.
Pada usia 12 – 14 tahun anak dididik oleh Paidotribe yang melatih fisik anak tersebut di Palaestra. Anak orang kaya disertai budak khusus yang disebut Paedagog, sebagai pengasuh dan pengawas. Anak juga mengunjungi Didascaleum untuk belajar sastra, musik dan berhitung.
Jelas bahwa apa yang tertulis di atas itu menunjukkan adanya pendidikan keseluruhan jiwa-raga, yang mengembangkan jiwa dan perasaan, mengembangkan tubuh, serta hal-hal lain yang baik.
Palaestra adalah sekolah gymnastik swasta untuk mendidik pemuda. Semula Palaestra itu berupa lapangan berpagar di mana juga terdapat ruang ganti pakaian serta ruang untuk menggosok badan dengan minyak. Latihan fisik berupa pancalomba, main bola, lari dan renang. Umumnya latihan dilaksanakan dalam keadaan Gummos ( telanjang ).
Gymnasium adalah tempat pendidikan umum, gedungnya biasanya adalah hadiah orang-orang kaya kepada negara. Gedung itu yang memakai bukan anak-anak saja, tetapi digunakan pula oleh orang dewasa untuk rapat pertemuan. Pada umumnya keadaannya mirip Palaestra tetapi bergedung dan beserambi, dan dilengkapi pula dengan pemandian, ruang untuk filsut-filsut, ruang debat dan perpustakaan. Gymnasium didirikan di tempat yang indah alamnya; ada hutan dan sungai, di luar tembok-tembok kota.
Di samping ada 7 gymnasium, di Athena terdapat pula akademi ( nama berasal dari Akademos = pahlawan ) yaitu : Lykeion ( menghormat Apollo ) dan Ephebie. Ephebie adalah bangunan negara tempat menggembleng aphebie ( pemuda calon warganegara, atau kadet ) pada usia 18 – 20 tahun. Di situ ditekankan akan kewajiban-kewajiban warganegara, khususnya kewajiban militer. Disamping itu juga digembleng badan, rohani dan perangai agar kelak pemuda itu menjadi warganegara yang sempurna: Ada keselarasan jiwa – raga, keselarasan dalam pendirian hidup dan kebudayaan, keselarasan antara pe,ikiran dan perbuatan, antara seni dan ilmu pengetahuan, antara kewiraan dan kebijaksanaan, antara kekuatan dan keluwesan.
Olahraga yang populer diantaranya Pankration ( semacam gabungan tinju dan gulat ), panahan, mendayung, berlayar dan renang, juga tari-tarian.
Pada usia 19 tahun aphebie ikut meronda perbatasan, dan pada usia 20 tahun ia diakui sebagai warganegara penuh. Kehidupan orang Yunani disamping di isi dengan pendidikan yang bulat juga diperkaya dengan pengalaman-pengalaman yang merupakan pendidikan pula, yaitu mengunjungi pesta-pesta untuk menghormat dewa-dewa.
Di antara pesta-pesta lokal dan regional itu ada empat yang terkenal, yaitu : Olimpik, Isthimia, Pythia dan Names. Pesta Olimpik diadakan empat tahun sekali di Olumpia, mulai pada tahun 776 S.M. Pesta belangsung 5 hari untuk menghormati dewa Zeus. Pada waktu itu semua pertikaian dan perang harus berhenti, dan memusatkan perhatian kepada pesta besar itu di mana orang Yunani dari segala lapisan dan asal dapat bertemu muka dan bertukar pengalaman. Tempat diselenggarakannya pesta Olimpik adalah suatu lembah dekat sungai Kladeis dan di situ ada stadion berukuran kira-kira 30 X 200 meter dan di sisi kiri dan kanannya memanjang ada lereng tempat penonton berdiri. Pemenang dalam perlombaan Olimpik sangat dihormati, walaupun hadiahnya hanya berupa mahkota daun palem saja. Sebagai warganegara terhormat ia mendapat macam-macam kemudahan.
Pesta Pythian menduduki tempat ke dua. Semula itu adalah pesta musik untuk menghormati Apollo, kemudian ditambah dengan perlombaan olahraga. Tempat penyelenggeraan di Delphi, juga empat tahun sekali. Yang menonjol di sini adalah pacuan kuda dan chariot ( kereta roda dua ).
Pesta Isthimia berlangsung di Korinth. Acaranya juga terdiri dari pertandingan olahraga, kuda, dan musik, ditambah bersampan untuk menghormat Poseidon ( Dewa Laut). Pesta Names diselenggarakan di Argolis, untuk menghormati dewa Zeus.
Untuk menghormati dan memuja para dewa,maka bangsa yunani melakukkan suatu pesta dengan melakukan kegiatan, yaitu :
a.       Olypia
Pesta ini diadakan tiap 4 tahun sekali digunung Olyimpus untuk menghormati dewa ZEUS. pesta ini hanya berlangsung 5 hari, namun orang-orang yunani memandang sebagai sesuatu yang agung. pesta OLyimpia memperlombakan lari,lompat jauh,lompat tinggi dan lempar cakraam, serta lomba mengubah music, dan meniup trompet.para pemenang di setiap lomba menerima mahkota dari daun salam.juga disini cabang olahraga yang terkenal adalah marathon.
b.      Phytia
Awalnya pesta ini pesta musikk untuk menghormati dewa APOLLO di (dewa cahaya dan kebenaran). Kemudian ditambah dengan pesta olahraga. Olahraga yang paling menonjol adalah pacuan kuda dan perlombaan kereta.
c.       Isthmia
Perlombaan atau pertandingan yaitu berkuda, bersampang dan music, yang tujuanya untuk menghormati dewa POSEIDON (dewa laut). Cabang olahraga yang lainya adalah main bola angkat besi, tinju, gulat, pertarungan antara gladiator dan perkelahian antara manusia dengan binatang.
d.      Nemea
Pesta ini bertujuan untuk menghormati dewa HERA (istri dewa ZEUS). Dan cabang yang diperlombakan hampir sama dengan pesta Isthmia.
5.      Sparta
Negara Sparta adalah negara totaliter, komservatif, sosial dan aristokratis. Terletak di lembah sungai Erotas dan berbangsa Doris. Lapisan masyarakat yang berkuasa adalah kaum prajurit, lapisan masyarakat lainnya adalah kaum helot ( tawanan perang dan budak-budak negara ) dan kaum periok ( petani dan pedagang yang membayar pajak tetapi tidak diberi hak politik ). Pendidikan telah digariskan oleh Lycurgus dengan undang-undang. Pendidikan ditujukan kepada kesiapan militer agar mampu mempertahankan kekuasaan baik ke dalam maupun ke luar. Pemuda harus disiplin, kuat dan berani, pendidikan intelek, seni dan sebagainya, dianggap akan menjauhkan pemuda dari pemikiran terhadap negara.
Mulai usia 7 tahun anak Sparta masuk ke dalam asrama negara. Disitu diadakan pengelompokan menurut usia, kehidupan serba sederhana, anak tidur di atas rumput kering tanpa selimut, ia tidak bersepatu dan tidak bertopi, ia harus tunduk kepada semua perintah, anak sebagai calon prajurit belajar menahan sakit, haus dan lapar. Ia dilatih panca lomba, menggunakan senjata, main bola dan berbaris, serta tinju. Pendidikannya disebut MENTOR dan semua warganegara dewasa wajib mendidik. Ini dimungkinkan karena tidak perlu cari nafkah, sehingga waktunya dapat dipakai untuk mendidik, mendorong dan , mendisiplinkan anak/ pemuda, dan juga mengajarkan tari yang mampu dipakai untuk menyatakan perasaan dan kekaguman terhadap dewa. Demikian pula fungsi nyanyi-nyanyian. Tari Pyrchis merupakan tarian nasional Sparta.
Pada usia 18 tahun pemuda-pemuda dikelompokkan dan disebar di seluruh Laconia untuk bertindak sebagai penilik/ polisi, terhadap orang helot dan periok. Ada aturan di mana mereka sampai batas tertentu diperbolehkan mencuri makan. Mereka juga harus berburu untuk membuktikan keunggulan fisik dan moril mereka. Kalau mencapai usia 30 tahun dianggap selesai sudah pendidikan mereka dan selanjutnya boleh berpolitik dan berumah-tangga.
6.      Bangsa Romawi
Romawi adalah suatu Negara republic yang independen.negara romawi dengan system pemerintahan OLIGHARKI LIBERAL,membagi penduduk menjadi dua golongan , yaitu :
1.      Kelompok Aristokrat kaya (patricia) yang di anggap sebagai warga Negara yang penuh dan  yang bercahaya menjadi pimpinan dibidang militer dan politik.
2.      Kaum Peblea, yaitu terdiri sebagian besar penduduk di anggap sebagai warga Negara secara tidak penuh,tetapi mereka masih memperoleh pengakuan hak positif dan perkenankan untuk mengumpulkan kekayaan.bangsa romawi peradapan yang merupakan perpaduan antara peradapan atau kebudayaan yunani kuno dengan peradapan timur.
Di bidang organisasi militer,pemerintah,hukum dan tehnik,bangsa romawi memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi dari bangsa manapun dari masa itu.dibidang militer romawi memiliki disiplin tinggi serta organisasi yang baik. Pendidikan kemiliteran sangat mengutamakan kebranian , kesetiaan serta dedikasi yang tingg pada Negara.
Di usia sampai 15 tahun pendidikan menjadi tanggung jawab keluarga,yaitu ibu dan ayah.ibu mengajarkan sopan santun,berpakaian dan membersihkan diri.pendidikan yang diberikan ibu merupakan bagian yang berhubungan dengan kebutuhan praktisi untuk kehidupan sehari hari dan bertujuan untuk di persiapkan anak mampu menerima pendidikan berikutnya.pendidikan berikutnya merupakan tanggung jawab ayah untuk mengajarkan membaca,berhitung,menulis,berenang dan menggunakan senjata,serta undang-undang pemerintahan.
Di usia 15-17 tahun anak-anak bangsa romawi harus mempelajari beberapa pengetahuan antara lain undang-undang pertama Roma yang tertulis yang berlaku dimasyarakat,juga harus menguasai syair-syair serta sejarah kepahlawanan.pada usia 18 tahun semua anak laki-laki harus masuk asrama militer untuk di latih dan di bina ketrampilan berperang.sebelum memasuki masa dewasa dan pemuda-pemuda diajari politik dengan mengikuti siding-sidang SENAT. Pada usia 20 tahun mereka diakui sebagai warga Negara dewasa yang berkewajiban dan mempunyai hak dalam semua bidang kehidupan bernegara.olahraga yang popular dimasyarakat adalah HARPASTUM (main bola) dan angkat besi.juga mereka menggemari tontonan yang berupa tinju, PANCRATION (gabungan tinju dan gulat), gladiator dan perkelahian antara manusia dengan binatang.masyarakat romawi sangat memuji muji para pemenang dalam pertandingan dan perkelahian itu.
7.      Eropa dan Perkembangan Global
Beberapa ahli sejarah- tercatat Bernard Lewis- Menyatakan bahwa olahraga beregu adalah penemuan Kebudayaan Barat. Olahraga individu, seperti gulat dan panahan, sudah dipraktekkan di seluruh dunia. Tetapi tradisi olahraga beregu, menurut para penulis ini, berasal dari Eropa, khususnya Inggris. (Ada catatan yang berlawanan- termasuk Kabaddi di India dan beberapa permainan bola Mesoamerica.) Olahraga mulai diatur dan diadakan secara berkalasejak Olimpiade Kuno sampai pada abad ini. Aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan makanan menjadi aktivitas yang diatur dan dilakukan untuk kesenangan atau kompetisi dalam skala yang meningkat, seperti berburu, memancing, hortikultur. Revolusi Industri dan Produksi massa menambahkan waktu luang, yang membolehkan meningkatnya penonton olahraga, berkurangnya elitisme dalam olahraga, dan akses yanglebih besar. Trend ini dilanjutkan dengan perjalanan media massa dan komunikasi global. Profesionalisme menjadi umum, lebih jauh meningkatkan popularitas olahraga. Ini mungkin kontras dengan ide murni orang Yunani, di mana kemenangan pada pertandingan dihargai dengan sangat sederhana, dan dihargai dengan daun zaitun. (Mungkin tidak hanya mahkota daun zaitun, beberapa penulis mencatat.)Mungkin karena reaksi dari keinginan hidup kontemporer, terdapat perkembangan olahraga yang paling baik dijelaskan dengan post-modern: extreme ironing sebagai contohnya. Juga ada penemuan baru di bidang olahraga petualangan dalam bentuk melepaskan diri dari rutinitas kehidupan sehari-hari, contohnya white water rafting,canyoning, BASE jumping dan yang lebih sopan, orienteering.
8.      Sejarah Olympic Games, Olympiade Kuno
Untuk pertama kalinya pesta olahraga Olympiade dilangsungkan dalam tahun 776 SM sebagai penghormatan kepada dewa Yunani Zeus di kota Olympia di tepi sungai Alphecis Yunani.Olympiade Kuno ini dilakukan setiap 4 tahun sekali. Peserta dalam Olympiade kuno hanya untuk laki-laki, perempuan tidak diperkenankan. Pada tahun 394 SM Emperior dari Roma Theodosius Akbar yang berkuasa waktu itu menghentikan dan melarang pertandingan-pertandingan Olympiade Kuno tersebut.
9.         Olympiade Modern
Pada bulan Juni 1894 seorang sarjana Perancis ahli sejarah dan Pendidikan bernama Baron Piere de Coubertin yang dilahirkan di Paris tanggal 1 Januari 1863 mengundang dan mengumpulkan wakil-wakil dari beberapa Negara untuk membentuk Olympiade Modern. Maka pada tanggal 23 Juni 1894 keputusan 15 negara untuk mengadakan Olympiade gaya baru dengan agenda pertandingan olahraga tiap 4 tahun sekali. Maka dengan ini pada tahun 1896 di Athena (Yunani) Olympiade Modern I di adakan kembali.



Daftar Pustaka

Sudjana I Nengah, S.pd, M.Pd,2009,Sejarah Olahraga dan Pendidikan Jasmani,Malang,Universitas Negeri Malang.

Mu’arifin, M.Pd,2009,Dasar-dasar Jasmani dan Olahraga,Malang,Universitas Negeri Malang.

Hariyoko. 2003. Sejarah Olahraga dan Perkembangan Pendidikan Jasmani. Malang : Elang Emas.

Husdarta, H.J.S. 2011. Sejarah dan Filsafat Olahraga. Bandung. Alfabeta.

Depdiknas. 2003.Sejarah Olahraga Indonesia. Jakarta.DIKTI.


No comments:

Post a Comment

Pendapat Anda ???