Tuesday, September 4, 2018

ASPEK-ASPEK KEPRIBADIAN DIRI


(Ilustrasi Gambar Anak muda)

ASPEK-ASPEK KEPRIBADIAN DIRI adalah sifat-sifat yang ada pada diri seseorang, yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain dan ditampilkan dalam bentuk tingkah laku.


Mengenali diri sendiri adalah awal penting untuk maju dan berprestasi. Banyak kegagalan karena gagal memahami diri sendiri. Berbagai alasan dikemukakan untuk mencari kambing hitam atas kegagalan sesorang, padahal keadaan dirinya sendirilah yang gagal memahami dirinya sendiri. Dalam terminologi agama, ada sabda Nabi Muhammad yang mengatakan bahwa ada perjuangan yang lebih besar lagi setelah peperangan ini, yaitu perjuangan melawan diri sendiri. Perkataan ini diucapkan ketika Nabi Muhammad pulang dari peperangan besar, tetapi dikatakan sebagai peperangan kecil dan ketika Nabi beserta rombongan kembali maka dikatakan akan menghadapi peperangan yang lebih besar.
Makna perjuangan besar melawan diri sendiri diartikan sebagai bukan saja menaklukkan hawa nafsu, melainkan bagaimana memahami diri sendiri.  Ini penting.  Dengan memahami diri sendiri maka seseorang akan tahu dimana kelebihan dan kekurangannya sehingga mampu menata diri dengan sebaik-baiknya untuk sebuah kesuksesan.  Hal inilah yang dinamakan dengan menaklukkan diri sendiri.
Merupakan hal yang sangat penting untuk belajar mengenali diri sendiri, dalam ilmu Tao dinamakan “menemukan aku sejati (jati diri yang sesungguhnya)”. Artinya jika kita tidak mengenali diri sendiri, maka kita akan selalu dalam kepalsuan tarohlah saya katakana demikian. Hal tersebut disebabkan jika dalam aktifitas kekseharian berjalan tanpa memahami kemana arahnya tentunya akan muspra juga.
Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemui orang yang terlalu percaya diri ataukah justru terlalu rendah diri. Disisi lain, ada orang yang mampu melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan dirinya. Seperti yang dinyatakan dalam pepatah kuno, gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan tampak.
Sejak kurang lebih 4 abad SM, seorang filsuf besar dari Yunani, Socrates mengatakan kenalilah diri sendiri dalam perspektif agama sering digambarkan, siapa yang mengenali dirinya akan mengenal Tuhannya. Pengenalan diri merupakan kemampuan seseorang untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya sehingga dapat melakukan respon yang tepat terhadap tuntutan yang muncul baik dari dalam dirinya maupun dari luar.
KEKUATAN merupakan aset yang dimiliki oleh setiap pribadi jika tidak dapat dimanfaatkan atau kekuatan-kekuatan itu tidak disadari, maka kesempatan untuk mengaktualisasikan diri akan hilang. KELEMAHAN jika tidak disadari akan merugikan diri sendiri tetapi juga menyusahkan orang lain.

Pada dasarnya setiap manusia cenderung untuk mengembangkan dirinya menjadi lebih baik, lebih matang, dan lebih mantap. Kesemuanya itu dapat berjalan jika dibarengi dengan usaha sehingga membentuk sebuah pribadi. Usaha itu tentunya tidak terlepas dari factor lingkungan yang membentuk setiap orang. J. Locke dalam teori tabularasanya mengatakan bahwa setiap manusia semenjak dilahirkan bagaikan kertas putih. Jadi manusia sendirilah yang akan mengisi kertas tersebut dengan tinta bergantung dari lingkungan ia berada. Jika lingkungannya berwarna merah maka tentunya kertas tersebut akan berwarna merah. Jika berwarna hijau tentunya kertas itu akan menjadi hijau pula. Begitu pula jika lingkungannya berwarna hitam pekat tentunya kertas tersebut akan menjadi hitam pula.

Adapun aspek-aspek diri ataupun kepribadian seseorang terdiri dari :


R A S I O :
  • pengetahuan, pemikiran, gagasan, wawasan, kemampuan untuk mengendalikan
  • Kata sifat yang menggambarkan aspek ratio : kritis, pandai, kreatif, pelupa
  • Makin dewasa seseorang, aspek rationya makin berkembang dan makin mampu mengendalikan (dalam arti menemukan cara yang tepat untuk mengekspresikan) emosi dan dorongannya.
  • Orang yang tindakannya banyak didasari oleh rasio disebut rasional, dengan ciri sbb. :
    • obyektif – berdasarkan fakta,
    • menggunakan dasar pertimbangan untung-rugi, benar-salah, baik-buruk.
  • Dalam situasi kerja, kita diharapkan bersikap rasional. Kalau sampai emosi terkena, diharap-kan kita dapat menahan dan mengendalikannya.

E M O S I :

  • Senang, bangga, murung, terharu, marah, sedih, takut, khawatir, iri, bersalah dan lain-lain
  • Kata sifat yang menggambarkan aspek emosi : hangat, pemarah, pemurung, periang, spontan,peka
  • Emosi yang positif dan negatif dapat digunakan secara konstruktif maupun destruktif.
  • Emosi yang diekspresikan secara kurang terkendali melegakan diri sendiri, tapi merugikan lingkungan, yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri juga.
  • Emosi yang terlalu banyak dipendam akan memunculkan stress yang dapat merugikan diri sen-diri.
  • Orang yang tindakannya banyak didasari oleh emosi disebut emosional, dengan ciri sbb:
    • meledak-ledak
    • mengambil keputusan berdasarkan selera suka-tidak suka atau kasihan.
  • Langkah-langkah dalam mengolah kehidupan emosi :
    • Sadari emosi
    • Kenali gejalanya, identifikasi jenisnya, kenali kekuatannya, cari sebab-sebabnya (dari dalam – luar diri), kenali ungkapannya (ekspresi wajah, kata-kata, nada bicara, sikap tubuh).
    • Kendalikan emosi
    • Terima kenyataan, pertimbangkan, temukan pengungkapan yang tepat :
      • mengapa, kepada siapa, bagaimana, bilamana, di mana
      • menahan, mengalihkan, mengungkapkan
    • Cari umpan baliknya :Sadari dampak dari keputusan dan tindakan, pelajari akibatnya bagi diri dan lingkungan.
DORONGAN :
  • Niat, semangat, kemauan, gairah, motivasi
  • Kata sifat yang menggambarkan aspek dorongan : rajin, ulet, tekun, ambisius, tegar, malas, terburu-buru.
  • Dorongan muncul karena ada kebutuhan (primer dan sekunder), sedangkan target, keinginandan harapan adalah pemberi arah terhadap dorongan
  • Orang yang tindakannya banyak didasari oleh dorongan disebut impulsif, dengan ciri sbb. :
    • tidak bisa menunda keinginan
    • sering memaksakan kehendak
POTRET DIRI atau CITRA DIRI
  • POTRET DIRI adalah gambaran tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki diri. Citra diri didapat dari persepsi kita pada tingkah laku kita, pada kejadian-kejadian yang dialami dan reaksi lingkungan terhadap tingkah laku kita.
  • Beberapa cara mengenal diri :
    • mengikuti training, membaca buku, atau merenung (berinstrospeksi).
    • mencari umpan balik atau membicarakannya dengan orang lain.
  • Ada potret diri IDEAL (yang diinginkan-diharapkan) dan potret diri AKTUAL (kenyataan). Perbedaan yang terlalu jauh antar keduanya memunculkan perasaan tidak aman-tidak bahagia.
Berdasarkan pengenalannya, dikenal 4 kategori potret diri, yaitu :
  • bagian dari diri yang saya ketahui dan diketahui oleh orang lain
  • bagian dari diri yang saya tidak ketahui tapi diketahui oleh orang lain
  • bagian dari diri yang saya ketahui tapi tidak diketahui oleh orang lain
  • bagian dari diri yang tidak saya ketahui dan tidak diketahui oleh orang lain
KEPERCAYAAN DIRI
  • Perasaan positif terhadap kemampuan dan kekuatan sendiri. Percaya diri tidak sama dengan menyombongkan diri. Banyak orang bersikap sombong untuk menutupi tasa rendah dirinya. Percaya diri berarti menyadari kelebihan diri dan mensyukurinya.
  • Lawan dari rasa percaya diri adalah minder atau rendah diri (merasa diri kecil, tidak berharga, tidak berdaya menghadapi lingkungan, takut salah dalam derajat yang ekstrim, selalu merasa diri kurang dibandingkan dengan orang lain, kurang punya pendirian tetap).
  • Kepercayaan diri terbentuk melalui pengalaman hidup.
  • Kepercayaan diri merupakan modal untuk bekerja secara mandiri, orang yang percaya diri menyadari keinginannya dan berusaha untuk mewujudkannya.
PERAN atau ROLE
  • kumpulan tingkah laku yang ditunjukkan oleh orang dalam posisi tertentu di berbagai lingkungan atau situasi (di keluarga, di tempat kerja, dll). Contoh : seorang laki-laki yang sudah menikah mempunyai peran sebagai suami dan ayah di keluarga, sebagai atasan, rekan kerja atau bawahan di tempat kerja.
  • Tuntutan peran adalah ciri-ciri sifat, tingkah laku yang diharapkan dari suatu peran tertentu. Misalnya: tuntutan dari peran ayah antara lain : membiayai anak, menyediakan waktu untuk anak.
  • Tuntutan dari peran pemimpin antara lain : mengarhkan dan membina bawahan.
  • Tuntutan peran terhadap suatu posisi atau jabatan di dalam organisasi disepakati dalam bentuk JOB DESCRIPTION.
  • Tuntutan peran yang DISADARI seseorang dan yang DIHARAPKAN dari lingkungan, mungkin SAMA, mungkin BERBEDA. Makin kecil perbedaan tuntutan peran yang disadari dan yang diharapkan lingkungan, makin lancar pergaulan, komunikasi dan kerja sama di antara orang-orang tersebut.
SIFAT

ASAL-USUL SIFAT :
  • Keturunan : pembawaan sejak lahir – watak
  • Lingkungan : keluarga, pendidikan, pengalaman
  • Kehendak bebas : kebebasan untuk memilih, memberi arti.
PERUBAHAN SIFAT :
  • Sifat yang sudah terbentuk sekian lama tidak bisa diubah dalam waktu singkat.
  • Sifat yang sulit diubah, bertapa pun kita berusaha, disebut WATAK
Kita perlu membedakan sifat mana yang bisa diubah dan mana yang tidak, menerima yang tidak dapat diubah, berani merubah yang memang dapat diubah.

Sekian dan Terima kasih 
Wassalam
(POSTED BY ADMIN)

No comments:

Post a Comment

Pendapat Anda ???