Thursday, February 15, 2018

APA ITU TEORI MULTIPLE INTELEGENSI (KECERDASAN MAJEMUK)

Islam_Science_Online

TEORI MULTIPLE INTELEGENSI (KECERDASAN MAJEMUK) adalah Konsep Multiple Intelegensi (MI), menurut Gardner (1983) dalam bukunya Frame of Mind: The Theory of Multiple Intellegences, ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu, yaitu: linguistik, matematis-logis, spasial, kinestetik-jasmani, musical, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Melalui delapan jenis kecerdasan ini, setiap individu mengakses informasi yang akan masuk kedalam dirinya.
              Karena itu Amstrong (2002) ,menyebutkan, kecerdasan tersebut merupakan modalitas untuk melenjitkan kemampuan setiap siswa dan menjadikan mereka sebagai sang juara, karena pada dasarnya setiap anak cerdas. Sebelum menerapkan MultipleIntelegensia sebagai suatu strategi dalam pengembangan potensi seseorang, perlu kita kenali atau pahami ciri – ciri yang dimiliki seseorang.
a.      Kecerdasan Linguistik
Umumnya memiliki cirri antara lain: (a) suka menulis kreatif, (b) suka mengarang kisah khayal atau menceritakan lelucon, (c) sangat hafal nama, tempat, tanggal atau hal-hal kecil, (d) membaca diwaktu senggang, (e) mengeja kata dengan tepat dan mudah, (f) unggul dalam mata pelajaran bahasa (membaca, menulis dan berkomunikasi).
Setiap kebudayaan manusia memiliki bahasa.Bahasa manusia berjumlah ribuan, yang begitu bervariasi di atas permukaan bumi sehingga banyak dari kita putus asa mempelajari lebih dari satu.Tetapi semua bahasa manusia memiliki beberapa karateristik yang umum. Bahasa (Language) ialah suatu sistim timbul yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pada manusia, bahasa ditandai oleh daya cipta yang tidak pernah habis dan adanya suatu system aturan.Daya cipta yang tidak pernah habis (infinite generativity) ialah suatu kemampuan individu untuk menciptakan sejumlah kalimat bermakna yang tidak pernah berhenti dengan menggunakan seperangkat kata-kata dan aturan yang terbatas, yang sangat kreatif.
Meskipun isi dan jenis bahasa yang dipelajari manusia itu berbeda-beda, namun terdapat pola urutan perkembangan yang bersifat universal dalam proses perkembangan bahasa itu, ialah mulai dengan merabanya, lalu bicara monolog (pada dirinya atau benda mainanya), hafal nama-nama kemudian gemar bertanya (apa, mengapa, bagaimana, dan sebagainya yang tidak selalu harus dijawab); membuat kalimat sederhana,bahasa ekspresif (dengan belajar menulis, membaca dan menggambar permulaan).
Kecerdasan linguistic ini lazim dijumpai pada novelis, penyair, penulis naskah, penulis iklan, orator, pemimpin politik, editor, penerbit, jurnalis dan penulis pidato. Figure terkenal: Winston Churchill, jurnalis Inggris yang menjadi orator, pemimpin politik dan penulis.
b.      Kecerdasan Matematika-Logis
Cirinya antara lain: (a) menghitung problem aritmatika dengan cepat di luar kepala, (b) suka mengajukan pertanyaan yang sifatnya analisis, misalnya mengapa hujan turun?, (c) ahli dalam permainan catur, halma dan sejenisnya, (d) mampu menjelaskakn masalah secara logis, (e) suka merancang ekperimen untuk membuktikan sesuatu, (f) menghabiskan waktu dengan permainan logika seperti teka-teki, berprestasi dalam Matematika dan IPA.
Seseorang yang cerdas secara logika-matemtika seringkali tertarik dengan pola dan bilangan/ angka-angka. Mereka belajar dengan cepat operasi bilangan dan cepat memahami konsepwaktu,menjelaskan konsep secara logis, atau menyimpulkan informasi secara matematik. Kecerdasan ini amat penting karena akan membantu mengembangkan kemampuan berfikir dan logika seseorang.
c.       Kecerdasan Spasial
Dicirikan antara lain: (a) memberikan gambaran visual yang jelas ketika menjelaskan sesuatu, (b) mudah membaca peta atau diagram, (c) menggambar sosok orang atau benda persis aslinya, (d) senang melihat film, slide, foto atau karya seni lainnya, (e) sangat menikmati kegiatan visual, seperti teka-teki atau sejenisnya, (f) suka melamun dan berfantasi, (g) mencoret-coret diatas kertas atau buku sekolah, (h) lebih memahai informasi lewat gambar daripada kata-kata atau uraian, (i) menonjol dalam mata pelajaran seni. Spasial terkait erat dengan kata space yang berarti ruang.Spasial bermakna keruangan.Ruang merupakan lingkungan disekitar kita atau lebih tepatnya keadaan geografis disekitar kita, missal gunung, bukit, laun sawah, jalan, rumah dan lain sebagainya.Peta menjadi salah satu cerminan makna spasial.Didalam peta digambarkan keadaan permukaan bumi dengan sebenarnya. Kerincian informasi akan sangat tergantung pada skala.
d.      Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
Memiliki cirri: (a) banyak bergerak ketika duduk atau mendengarkan sesuatu, (b) aktif dalam kegiatan fisik seperti berenang, bersepeda, hiking atau skateboard, (c) perlu menyentuh sesuatu yang sedang dipelajarinya, (d)menikmati kegiatan melompat, berlari, gulat atau kegiatan fisik lainnya, (e)memperlihatkan ketrampilan dalam bidang kerajinan tangan seperti mengukir, menjahit, memahat, (f) pandai menirukan gerakan, kebiasaan atau prilaku orang lain, (g) bereaksi secara spesifik terhadap masalah yang dihadapinya, (h) suka membongkar berbagai barang kemudian menyusunnya lagi,(i) berprestasi dalam mata pelajaran olah raga dan yang bersifat kompetitif.
Kecerdasan kinestetik-jasmani adalah kecerdasan pada seluruh tubuh (atlet, penari, seniman,pantomin, actor) dan juga kecerdasan tangan (montir, penjahit,tukang kayu, ahli bedah).
e.       Kecerdasan Musikal
Memiliki cirri antara lain: (a) suka menirukan alat music dirumah atau disekolah, (b) mudah mengingat suatu melodi atau lagu, (c) lebih bisabelajar dengan iringan music, (d)bernyanyi dan bersenandung untuk diri sendiri atau untuk orang lain, (e) mudah mengikuti irama music, (f) mempunyai suara bagus untuk bernyanyi, (g) berprestasi bagus dalam mata pelajaran music.
f.       Kecerdasan Interpersonal
Memiliki cirri antara lain: (a) mempunyai banyak teman, (b) suka bersosialisasi di sekolah atau di lingkungan tempat tinggalnya, (c) banyak terlibat dalam kegiatan kelompok di luar jam sekolah, (d) berperan sebagai penengah ketika terjadi konflik antar temannya, (e) berempati besar terhadap penderitaan orang lain, (f) sangat menikmati pekerjaan mengajar orang lain, (g) berbakat menjadi pemimpin dan berprestasi dalam mata pelajaran ilmu social.
Kecerdasan ini terkait dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain. Pada saat berinteraksi dengan orang lain, seseorang harus dapat memperkirakan perasaan, temperamen, suasana hati, maksud dan keinginan teman interaksinya, kemudian memberikan respon yang layak. Orang dengan kecerdasan interpersonal memiliki kemampuan sedemikian sehingga terlihat amat mudah bergaul, banyak teman dan disenangi orang lain. Kecerdasan ini amat penting, karena pada dasarnya kita tidak dapat hidup tanpa ada interaksi dengan orang lain.


g.      Kecerdasan Intrapersonal
Memiliki cirri antara lain: (a) memperlihatkan sikap independen dan kemauan kuat, (b) bekerja dan belajar dengan baik seorang diri, (c) memiliki rasa percaya diri yang tinggi (d) banyak belajar dari kesalahan masa lalu, (e) berfikir focus dan terarah pada pencapaian tujuan, (f) banyak terlibat pada hobi atau proyek yang dikerjakan sendiri.
Kecerdasan intrapersonal berarti peka terhadap perasaan, keinginan dan ketakutannya sendiri.Selain itu anak juga menyadari kelebihan dan kelemahan diri serta mampu menyusun perencanaan (plan) dan tujuan (goal).Biasanya anak cerdas diri memiliki kesadaran atas kemampuan diri dan cerdas interpersonal (cerdas social).
h.      Kecerdasan Naturalis
Memiliki cirri antara lain: (a) suka dan akrab pada berbagai hewan peliharaan, (b) sangat menikmati berjalan-jalan di alam terbuka, (c) suka berkebun atau dekat dengan taman dan memelihara binatang, (d) menghabiskan waktu di dekat akuarium atau system kehidupan alam, (e) suka membawa pulang serangga, daun bunga atau benda alam lainnya, (f) berprestasi dalam mata pelajaran IPA, biologi atau lingkungan hidup.
            Individu yang mempunyai kecerdasan naturalis yang tinggi akan mempunyai minat dan kevintaan yang tinggi terhadap tumbuhan, binatang dan alam semesta. Kecerdasan naturalis perlu diajarkan sjak usia dini, yaitu antara 0-6 tahun sesuai dengan teori perkembangan otak, karena pada usia ini efektifitasnya masih sangat tinggi.
i.        Kecerdasan Spritual
            Anak yang memiliki kecerdasan ini memiliki ciri-ciri: yaitu cenderung bersikap mempertanyakan segala sesuatu mengenai keberadaan manusia, arti kehidupan, mengapa manusia mengalami kematian, dan realitas yang dihadapinya. Kecerdasan ini dikembangkan oleh Gardner pada tahun 1999.

            Keunikan yang dikemukakan oleh Gardner adalah setiap kecerdasan dalam upaya mengelola informasi bekerja secara spasial dalam system otak manusia. Tetapi pada saat mengeluarkannya, kesemua kecerdasan itu bekerja sama untuk menghasilkan informasi sesuai yang dibutuhkan.

(Posted By Admin)

No comments:

Post a Comment

Pendapat Anda ???