Tuesday, February 27, 2018

MENGHADAPI MAKAR ORANG-ORANG KAFIR

Moslem_Science_Online,

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Opini publik yang masuk ke ruang-ruang pikiran dan jiwa sebagian kaum muslimin, membuat perasaan mereka was-was, takut dan emosi yang entah kemana harus ditumpahkan.

Tema tentang makar orang-orang kafir, baik dari kalangan nasrani, yahudi, komunis, syiah rafidhah dan yang lainnya membahana membakar relung-relung hati yang paling dalam.

Sebagian mensikapinya dengan berlebihan dan sebagian orang cuek bebek, tidak peduli, terserah orang kafir mau berkuasa atau tidak, baginya sama saja.

Bagaimana dengan sikap kita yang telah mengenal manhaj salaf ahlussunnah waljamaah, menghadapi fenomena seperti ini. Inilah beberapa hal yang perlu kita persiapkan menghadapi makar orang-orang kafir.

Pertama, Pembinaan Dan Pembenahan Akidah Dan Amaliah Umat.

Salafy ahlussunnah wal jamaah berkeyakinan, bahwa kekuasaan itu dipergilirkan, tidak ada yang kekal abadi dan sejarah telah membuktikan, memang demikian adanya.

Allah Ta'ala berfirman:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imran : 26).

Jika keimanan, akidah tauhid  umat ini baik dan amal sholeh umat ini benar (amal yang  ikhlas dan beri'tiba mengikuti contoh Nabi shallallahu alaihi wa sallam) pasti kekuasaan itu diserahkan kepada mereka, ini merupakan janji Allah Ta'ala.

Allah Ta'ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An Nur 55).

Untuk itu, dakwah kepada tauhid merupakan prioritas pertama dan utama. Kemudian mengajari umat untuk ikhlas beramal dan mencontoh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam beramal. Sehingga terwujud umat yang imannya kokoh dan amalnya benar.

Kedua, Menegakkan Kebenaran.

Kerja utama kita kaum muslimin, menegakkan kebenaran. Kalau kebenaran sudah tegak, kebatilan yang dipropagandakan orang-orang kafir untuk melemahkankan kaum muslimin tidak akan bisa mengalahkan kebenaran.

Allah Ta'ala berfirman:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS. Al Isra 81).

Imam Ahmad rahimahullah ditanya pada zaman fitnah:

ألم تر كيف انتصر الباطل على الحق؟؟ فقال أحمد: "كلا، مادامت القلوب ثابتةً فالحق هو المنتصر".
(المدخل ٣٠٠/١)

Apakah engkau tidak melihat bagaimana kebathilan itu telah memperoleh kemenangan atas alhaq ? Berkatalah al-Imam Ahmad : sekali-kali tidak, selama hati itu kokoh diatas alhaq, maka alhaq itulah yang akan menang. [Al-Mudkhil 1/300].

Pertanyaannya, apa yang dimaksud dengan kebenaran yang akan ditegakkan untuk mengalahkan kebatilan? Kebenaran yang di maksud adalah apa-apa yang mencocoki alquran dan as sunnah dengan pemahaman salaf.

Al-'Allamah Shaleh al-Fauzan hafizhahullah berkata:

الحق هو ما وافق الكتاب والسنة بفهم السلف". الأجوبة المفيدة - س113

Kebenaran itu adalah apa-apa yang mencocoki al-Qur'an dan as Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf. Al-Ajwibah al-Mufidah -pertanyaan ke 113

Ketiga, Bersabar

Jika kaum muslimin senantiasa bersabar dalam mentaati perintah Allah, bersabar menjauhi larangan Allah dan bersabar menerima takdir Allah berupa ujian dan cobaan, maka sudah dipastikan turunnya pertolongan Allah.

Allah Ta'ala berfirman:

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ

Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. QS. An Nahl 127.

Dan Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. AlBaqarah 153).

Apabila pertolongan Allah telah turun, maka tidak seorangpun yang bisa mengalahkan. Walaupun orang-orang kafir berkumpul dengan jumlah yang tidak terhitung dan persenjataan yang lengkap dan mutahir, tidak akan bisa mengalahkan kaum muslimin.

Allah Ta'ala berfirman:

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS. Ali Imran 160).

Keempat, Melatih Kaum Muslimin Untuk Bertempur.

Peperangan bukan perkara yang mudah dan remeh. Memerlukan mental dan fisik yang kuat dan berbagai macam ketangkasan. Baik ketangkasan tanpa senjata, maupun ketangkasan menggunakan senjata.

Para pemuda muslim di dorong untuk mengikuti program-program pemerintah untuk latihan militer, supaya latihan tidak ilegal dan di cap teroris. Atau memanggil pelatih dari kalangan TNI dan POLRI ke pondok-pondok pesantren atau sekolah-sekolah islam untuk melatih fisik dan ilmu bela diri serta penggunaan senjata.

Daftarkan anak-anak kita masuk club-club menembak, memanah, berkuda, berenang, bergulat dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kekuatan fisik, agar generasi islam terlatih dan kuat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

‏ لاَ سَبَقَ إِلاَّ فِي نَصْلٍ أَوْ خُفٍّ أَوْ حَافِرٍ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏

Tidak ada lomba kecuali pada memanah, balapan unta dan balap kuda” ( HR. Tirmidzhi. Berkata Syekh Al Albani : Hadits Hasan).

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من تعلَّم الرميَ ثم نسِيَه ؛ فهي نعمةٌ جحَدها

Barangsiapa yang belajar menembak lalu ia melupakannya, maka itu termasuk nikmat yang ia durhakai” (HR Ath Thabrani dalam Mu’jam Ash Shaghir no.4309, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib 1294).

Dari Uqbah bin 'Amir radhiyallahu anhu berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

سَتُفْتَحُ عَلَيْكُمْ أَرَضُونَ وَيَكْفِيكُمُ اللَّهُ فَلَا يَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَلْهُوَ بِأَسْهُمِهِ ِ

"Kalian akan menaklukkan banyak negeri dan Allah akan menyempurnakan (janji-Nya) kepada kalian, karena itu janganlah kalian bosan berlatih memanah." (HR. Muslim).

عَنْ عَلِيِّ بْنِ رُكَانَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رُكَانَةَ صَارَعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَرَعَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُكَانَة
ُ
Dari Ali bin Rukanah, bahwsannya ia berkata, “Rukanah pernah menggulat (membanting) Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam ganti membanting rukanah. (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi. Berkata Syekh Al Albani Hadits Dhoif).

Walaupun hadits ini di dhoifkan oleh Syekh Al Albani, namun maknanya benar dan banyak ditulis oleh para ulama sirah (sejarah) dalam buku-buku mereka, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam jago bergulat, begitu pula para sahabat radhiyallahu anhum.

Jika hal tersebut (memanah, menembak, berenang dan berkuda) terus dilatih dengan secara intensif dan berkesinambungan, orang-orang kafir akan bergetar ketakutan, melihat kesiap siagaan kaum muslimin menghadapi berbagai kemungkinan. Dan jika mereka menyerang dengan tiba-tiba, pastilah kaum muslimin akan meraih kemenangan.

Allah Ta'ala berfirman

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya ' (QS. Al Anfaal: 60),

Dan Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. QS.Ali Imran 200.

Dan Allah Ta'ala berfirman:

بَلَىٰ ۚ إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. QS. Ali Imran 125.

Kelima, Jangan Takut Dengan Makar.

Jangan takut dengan makar orang-orang kafir, selama kita memiliki ketakwaan, akidah yang kuat, amal sholeh yang benar, senantiasa berdakwah menegakkan kebenaran, dan bersabar, maka makar dan tipu daya mereka tidak akan membahayakan kaum muslimin.

Allah Ta'ala berfirman :

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا ۖ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. QS. Ali Imran 120.

Dan Allah Ta'ala berfirman :

لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوا لَكَ الْأُمُورَ حَتَّىٰ جَاءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَارِهُونَ

Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya. (QS.  At Taubah 48).

Dan Allah Ta'ala berfirman :

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. Ali Imran 54).

Inilah beberapa hal untuk menghadapi makar dan tipu daya orang-orang kafir. Bukan dengan cara-cara orang kafir yang menghalalkan segala cara. Mudah-mudahan Allah melindungi dan menolong kaum muslimin.

No comments:

Post a Comment

Pendapat Anda ???